Selasa, 24 Januari 2012, Afriyani Susanti yang berkaos biru tepekur
sendirian di sel karantina nomor 22 di Blok B Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro
Jaya, Jakarta. Diungkapkan seorang sumber VIVAnews.com, pengendara
Xenia maut itu tak terlihat menangis. Dia hanya tampak banyak-banyak mengaji di
dalam bui.
Perempuan berumur 29 tahun itu tiba-tiba menjadi seorang pembunuh yang
membetot perhatian publik. Daihatsu Xenia yang dikendarainya menabrak belasan
pejalan kaki dan tak ayal menewaskan sembilan orang dan melukai empat lainnya.
Malapetaka itu terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat, hari
Minggu kemarin.
Dari hasil penyidikan, polisi akan menjerat Afriyani dengan pasal berlapis.
Dia antara lain dinyatakan melanggar Undang-undang Lalu Lintas pasal 283 soal
mengemudikan kendaraan bermotor secara tak wajar, pasal 287 ayat 5 tentang
pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara,
dan pasal 310 ayat 1 sampai 4 tentang mengakibatkan kecelakaan yang melukai dan
menewaskan korban.
Belum habis, dia juga diancam Pasal 112 jo 123 sub 127 UU No. 35
tahun 2009 tentang Narkotika. Toh begitu, Afriyani hanya diancam hukuman maksimal
enam tahun penjara dan denda Rp12 juta.
Tiga rekan Afriyani—masing-masing berinisial DNM, ART, dan ADP—pada Selasa,
24 Januari 2012, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba dan ikut
ditahan. Berdasarkan tes urin, keempat penumpang mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI
itu dinyatakan positif menggunakan ekstasi yang mereka beli di Diskotek
Stadium.
Kepolisian memastikan penyidikan akan terus dikembangkan ke kasus narkoba.
Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Istana Negara, mengatakan, "Sudah dilakukan
penyidikan oleh Polda Metro Jaya, tentunya bukan hanya kecelakaan tapi juga
termasuk hasil yang mengarah kepada pemakaian obat terlarang."
Untuk semakin memastikan penyebab kecelakaan maut itu, Polda Metro Jaya
telah menurunkan tim analisis dari unit Pusat Laboratorium Forensik untuk
melakukan identifikasi lanjutan di lokasi kecelakaan, bersama pihak Daihatsu,
Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Selain untuk mengurai malapetaka
itu, mereka mengecek keterangan Afriyani yang berkali-kali berdalih kalau rem
mobilnya blong sehingga dia hilang kendali.
Ada empat faktor utama yang menjadi fokus penelitian: pengemudi, kondisi
kendaraan, lingkungan atau cuaca, dan infrastruktur jalan.
Setelah meneliti lokasi, tim mekanik
Daihatsu memastikan kalau mobil buatan tahun 2005 itu tidak punya masalah
apapun pada komponennya, termasuk remnya--meski mobil tak dilengkapi fitur
pengereman ABS (antilock break system). Mereka menyimpulkan, sebelum
kecelakaan, Xenia tipe 1.3Xi (versi standar) ini masih layak dikendarai dan
selalu diservis berkala. Lihat foto analisis lokasi kecelakaan
di tautan ini.
"Minyak rem masih terisi penuh,
tidak ditemukan kebocoran di bagian minyak rem. Meski bagian gardan bergeser,
tapi komponen dan pipa sasisnya masih dalam konsisi utuh," kata Head
Domestic Marketing Divison Astra Daihatsu Motor (ADM), Rio Sanggau. "Kami
cek kartu servisnya, mobil ini selalu rutin diperiksa di bengkel ADM."
Yang jadi penyebab, tim analisis
menyimpulkan, ketika itu Afriyani memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, di
atas 80 km per jam. Hilang kendali, ban mobil menabrak trotoar, terguling, dan
tanpa ampun menghantam sejumlah pejalan kaki.
Kecelakaan maut
Tragedi berdarah ini terjadi di
Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat. Menewaskan sembilan orang,
Afriyani bersama tiga penumpang--satu perempuan dan dua laki-laki--selamat.
Afriyani bahkan sempat marah-marah kepada seorang pejalan kaki yang juga nyaris
ditabraknya.
Seorang saksi mata yang selamat
menuturkan Xenia Afriyani melaju sangat kencang. "Mobil itu bukan ngebut
lagi, tapi sangat kencang dan sempat oleng, zig-zag," kata Suwarto, 54,
seorang saksi mata.
Dikisahkan Suwarto, mobil datang dari
arah Gambir. Ketika mendekati Tugu Tani, Xenia itu hilang kendali dan mulai
menabrak para pejalan kaki di trotoar. Sebelumnya, mobil menabrak halte dan
merangsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. Di halaman kantor itu,
Xenia menyeruduk dua orang lagi sampai terpental, sebelum berhenti.
"Ada seorang anak kecil yang
terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetar. Ini semua
pertolongan Yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling
mengerikan," kata Suwarto.
Sembari merinding, dia mengisahkan,
usai kecelakaan sebagian besar korban tak lagi bergerak—termasuk eorang bocah
berusia 2,5 tahun dan bayi tiga bulan di kandungan Nanik Riyanti (25).
Berikut adalah korban meninggal
dalam kecelakaan maut itu:
1. Moch Hudzaifal alias Ujay, 16
tahun.
2. Firmansyah, 21
3. Suyatmi, 51
4. Yusuf Sigit, 16
5. Ari, 2,5
6. Nanik Riyanti, 25 (hamil 3 bulan)
7. Fifit Alfia Fitriasih, 18
8. Wawan Hermawan, 24
9. Mochamad Akbar, 23
Korban luka:
1. Siti Mukaromah, 30
2. Keny, 8
3. Indra, 11
4. Teguh Hadi Purnomo, 30.
Kepada polisi, Afriyani mengaku
bahwa malam sebelum petaka itu, dia bersama ketiga temannya tak tidur setelah
semalaman mengikuti pesta perpisahan kawannya yang hendak berangkat ke
Australia. "Pada pk. 20.00-22.00 WIB, mereka ada di Hotel Borobudur, ada
pesta," kata Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar
Pol. Nugroho Aji.
Setelah itu, mereka pindah dugem
ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hingga pk. 02.00 WIB. Di
sana mereka minum whisky dan bir. Belum puas, mereka lalu beranjak ke Diskotek
Stadium di Jalan Hayam Wuruk. Di situ, mereka urunan membeli dua pil ekstasi
dan baru keluar hari Minggu sekitar pk. 10.00 WIB. "Mereka berniat kembali
ke Kemang, tapi keburu terjadi kecelakaan," kata Nugroho.
Kini juga terungkap, Afriyani
ternyata berkendara tanpa memiliki SIM dan membawa STNK.
Keluarga Afriyani pasrah mengakui
kesalahan anak mereka. Hj. Yurnely (51), ibunda Afriyani, bahkan berniat
menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban secara terbuka melalui
media massa, Rabu. Mewakili keluarga, Bawuk, Ketua RT 011/07 Sungai Bambu,
Tanjung Priok, mengatakan keluarga Afriyani juga akan memberikan dana santunan
bagi keluarga korban. (kd)
Source : VIVA news
My Opinion:
That was a horrible accident. Beside detrimental to many people, this accident are caused by many parties. Like negligence of police not complete about the drugs problem, not take the the resolute action of the driver had no driver's license, and there wasn't protected for the drugs place. for that, law must be implemented beside judge afriyani the police must investigate clearly about the drugs.and we as the young generation must stay away from drugs.
My Opinion:
That was a horrible accident. Beside detrimental to many people, this accident are caused by many parties. Like negligence of police not complete about the drugs problem, not take the the resolute action of the driver had no driver's license, and there wasn't protected for the drugs place. for that, law must be implemented beside judge afriyani the police must investigate clearly about the drugs.and we as the young generation must stay away from drugs.






0 komentar:
Posting Komentar